Langsung ke konten utama

Cause & Effect 11th Grade SMK BIM

Hello, my lovely students at SMK Bina Insan Mandiri. Yuk kita lanjutkan pembelajaran bahasa Inggris kelas 11 bab 6. Kali ini kita akan belajar tentang cause & effect (sebab akibat). Tentu kita sudah tidak asing lagi bukan dengan sebab akibat ini? Yuk biar kamu semakin paham, kita bahas bersama.

Pernahkah kamu dengar kata-kata yang kurang lebih berbunyi “Sebuah tindakan memiliki konsekuensinya?” Kata-kata itu artinya bahwa setiap tindakan akan menyebabkan suatu akibat. Misalnya, kamu begadang menonton film kesukaanmu. Alhasil, kamu pun bangun kesiangan dan terlambat datang ke sekolah.

Dari contoh tersebut, yang termasuk sebab atau cause adalah begadang menonton film, sedangkan akibatnya atau effect adalah bangun kesiangan dan terlambat datang ke sekolah. Ini dia yang akan kita bahas.

Definition Cause & Effect

Yuk bedakan terlebih dulu, apa itu cause & effect itu.

Cause

● Alasan atau motif melakukan sesuatu

● Mengapa sesuatu bisa terjadi

● Terjadi di awal

Contohnya: hujan, kecelakaan motor dan yang lainnya.

Effect

● Hasil atau kesimpulan dari sebuah tindakan

● Apa yang sudah terjadi

● Terjadi karena adanya sebab

Contohnya: (ada hujan), I got wet (saya basah kuyup).

Secara sederhananya, cause itu menyebabkan effect. Jadi adanya effect itu karena adanya cause terlebih dulu.

● To find a cause, ask, why did this happen? (untuk mencari sebab, tanyakan mengapa ini bisa terjadi?)

● To find an effect, ask, what happed? (untuk mencari akibat, tanyakan apa yang sudah terjadi?) Contohnya: it rained, so I got wet (tadi hujan, jadi saya kebahasan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Pertama

(Kamarku, 12 Juni 2019) Ketika menulis ini, percayalah bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, aku harus berdamai dengan masa lalu hanya untuk menceritakan tempat kecil dan mungkin biasa saja bagimu. Tapi tidak bagiku. Gambar 1. Rumah; tempat saya pertama kali mengenal dunia Hari ini tepat satu minggu setelah lebaran, ketupat dan opor sudah mulai terlupakan. Ada yang berbeda di lebaran kali ini, untuk pertama kalinya aku kembali menginjakkan kaki di rumah ini setelah 14 tahun (terhitung sejak 9 November 2005) aku pindah ke rumah baru walaupun jaraknya tidak lebih dari 20 kilometer. Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa aku tak pernah mengunjungi rumah lama, atau bisa jadi aku yang terlalu percaya diri he he he tak peduli kamu bertanya-tanya atau tidak, pasti akan kuceritakan nanti. Tak ingin membuatmu pusing, aku hanya ingin menceritakan tempat kecil yang penuh cerita ini. Di tempat yang hanya memiliki luas 8x4 meter ini, pertama kalinya aku meng...

Rumah dan Mimpiku

Dalam hidupku, ada salah satu mimpi yang hingga kini masih menjadi mimpi. Dan aku sangat yakin tidak hanya diriku yang mempunyai mimpi seperti ini. Punya rumah kecil di tengah kebun teh yang sedikit lagi menuju pintu masuk hutan. Semua telah disediakan oleh alam. Setiap hari aku pergi berkebun dan kau bebas jadi apapun yang kau mau, atau kalau boleh aku ingin kau menjadi guru ngaji agar rumah kita selalu ramai oleh anak-anak. Jauh dari keramaian, lebih baik kita menepi dari riuh kota. Aku pasang panel surya di rumahku, satu desa kupasangkan jika tubuh ini mampu. Bila perlu kincir angin ku pasang di dataran tertinggi agar kebutuhan listrik tetap terpenuhi. Semuanya tidak lain adalah untuk mensyukuri semua yang telah disediakan oleh semesta. Mimpiku masih sederhana, pulang berkebun segelas Teh Naga tersedia di meja. Melepas lelah dengan menikmati senyummu yang sedang bercerita, tentang hebatnya kau menghadapi dunia. Hingga langit menguning, anak-anak mulai berdatangan dengan baj...

Ngunjal: Tradisi Angkut Padi Yang Masih Lestari

Gambar 1. Rengkong: Alat pikul dari bambu yang menghasilkan suara tertentu Warisan leluhur Kasepuhan Ciptagelar yang masih dipertahankan dan dilaksanakan oleh penerusnya adalah tradisi Ngunjal. Ngunjal adalah prosesi mengangkut padi. Padi yang sudah dipetik yang masih berbentuk kepalan disimpan di lantayan (tempat pengeringan) untuk beberapa saat hingga kering dan tiba masa Ngunjal. Apa bila sudah saatnya Ngunjal, maka padi yang masih bentuk ‘keupeul’ digabung menjadi satu yang disebut ‘pocong’ dan diangkut menuju leuit (lumbung padi) dengan cara dipikul dan atau diangkut menggunakan rengkong, alat pikul dari bambu yang mampu menghasilkan bunyi. Gambar 2. Kaum laki-laki pembawa padi dari lantayan ke leuit Ngunjal dimulai sejak pukul 7 malam, dimulai dari Kampung Ciptarasa dengan jarak tempuh sekitar 9 kilometer. Selanjutnya dilaksanakan secara serentak dari beberapa tempat lainnya, termasuk belahan Banten Parakan Daray, Jeruk Mipis dan Palanggaran pada malam hari. Kaum l...