Langsung ke konten utama

Farhan: Teman Kecilku

Sebut saja Farhan, entah apa nama lengkapnya karena dari sekian banyak teman masa kecilku, mayoritas hanya tahu nama panggilannya, mungkin dirimu juga merasakan hal yang sama. Jika kau membaca cerita di blogku yang berjudul Langkah Pertama, di sana diceritakan bahwa aku pindah ke rumah baru di tahun 2005. Farhan merupakan anak yang pertama kali kukenal ketika aku menempati rumah baru. Selain karena rumahku dan rumahnya yang bersebelahan, kami sama-sama orang baru di kampung ini. Bedanya, dia memiliki banyak saudara di sini.

"Orang-orang yang ada di kampung ini semua saudara, ada ikatan darah satu sama lain," katanya. "Kalau kau tinggal di sini berarti menjadi bagian dari keluarga."

Hampir setiap hari kuhabiskan waktu dengannya, dengan teman yang lain tentunya. Bagian yang menjadi favorit adalah mandi di Sungai Ciliwung. Hampir setiap sore kami berenang di sana. Banyak momen yang terlewatkan dan tak akan terlupa antara aku dan teman-teman masa kecil, terutama Farhan. Karena ia juga merupakan anak yang lumayan pintar mengaji, disaat yang lain kabur, ia tetap bertahan dengan pendiriannya. Denganku tentunya. Ia anak baik.

Ada bagian yang sepertinya tidak perlu kuceritakan tentang keluarga Farhan.

Usia kami berbeda dua tahun. Saat aku masuk SMA lebih dulu, kami jarang bermain bersama lagi karena hampir separuh hidupku kuhabiskan di sekolah. Tidak ada waktu bermain bersama teman di rumah. Bertemu dengan teman-teman pun hanya bertegur sapa dan melempar senyum, jarang bahkan tidak ada komunikasi yang bermakna seperti dulu.

Entah, aku tidak tahu kisah pendidikan Farhan, yang kutahu beberapa bulan ke belakang ia dirawat di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Lagi-lagi aku tidak tahu apa penyakitnya.

9 Dzulhijjah 1440 H/10 Agustus 2019
Pagi tadi, saat aku terbangun dan berniat untuk sahur, terdengar suara riuh di sebelah rumah. Setelah dipastikan apa yang terjadi ternyata teman kecilku, Farhan telah mengembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Teman-teman, Farhan orang yang baik.
Al-Fatihah untuk Farhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Asking and Giving Directions at School, Pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII

  Hari ini kita akan belajar  materi asking and giving directions. Materi  asking and giving directions  termasuk ke dalam materi mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VII SMP. O iya, dalam bahasa Indonesia, " asking and giving directions " berarti "meminta dan memberi petunjuk”. Ada beberapa hal utama yang akan kita pelajari, yaitu terkait dengan arah dan preposisi yang menunjukkan tempat. Selain itu, kita juga akan belajar cara menyusun kalimat lengkapnya. 1.  Verbs  (Kata Kerja) Ada beberapa kata kerja yang berkaitan dengan arah dalam bahasa Inggris. -  Turn right  = Belok kanan -  Turn left  = Belok kiri -  Go straight  = Lurus -  Cross  = Menyeberang 2.  Prepositions of Place  (Kata Depan Penunjuk Tempat) Selain menggunakan kata kerja, kita juga bisa menggunakan kata depan untuk menunjukkan letak suatu tempat. -  Beside  = Di sebelah -  Between  = Di antara -  Behind ...

Ngunjal: Tradisi Angkut Padi Yang Masih Lestari

Gambar 1. Rengkong: Alat pikul dari bambu yang menghasilkan suara tertentu Warisan leluhur Kasepuhan Ciptagelar yang masih dipertahankan dan dilaksanakan oleh penerusnya adalah tradisi Ngunjal. Ngunjal adalah prosesi mengangkut padi. Padi yang sudah dipetik yang masih berbentuk kepalan disimpan di lantayan (tempat pengeringan) untuk beberapa saat hingga kering dan tiba masa Ngunjal. Apa bila sudah saatnya Ngunjal, maka padi yang masih bentuk ‘keupeul’ digabung menjadi satu yang disebut ‘pocong’ dan diangkut menuju leuit (lumbung padi) dengan cara dipikul dan atau diangkut menggunakan rengkong, alat pikul dari bambu yang mampu menghasilkan bunyi. Gambar 2. Kaum laki-laki pembawa padi dari lantayan ke leuit Ngunjal dimulai sejak pukul 7 malam, dimulai dari Kampung Ciptarasa dengan jarak tempuh sekitar 9 kilometer. Selanjutnya dilaksanakan secara serentak dari beberapa tempat lainnya, termasuk belahan Banten Parakan Daray, Jeruk Mipis dan Palanggaran pada malam hari. Kaum l...

Langkah Pertama

(Kamarku, 12 Juni 2019) Ketika menulis ini, percayalah bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, aku harus berdamai dengan masa lalu hanya untuk menceritakan tempat kecil dan mungkin biasa saja bagimu. Tapi tidak bagiku. Gambar 1. Rumah; tempat saya pertama kali mengenal dunia Hari ini tepat satu minggu setelah lebaran, ketupat dan opor sudah mulai terlupakan. Ada yang berbeda di lebaran kali ini, untuk pertama kalinya aku kembali menginjakkan kaki di rumah ini setelah 14 tahun (terhitung sejak 9 November 2005) aku pindah ke rumah baru walaupun jaraknya tidak lebih dari 20 kilometer. Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa aku tak pernah mengunjungi rumah lama, atau bisa jadi aku yang terlalu percaya diri he he he tak peduli kamu bertanya-tanya atau tidak, pasti akan kuceritakan nanti. Tak ingin membuatmu pusing, aku hanya ingin menceritakan tempat kecil yang penuh cerita ini. Di tempat yang hanya memiliki luas 8x4 meter ini, pertama kalinya aku meng...