Bogor, 27 Agustus 2019 Pagi kemarin Bandung sedang dingin, tapi tidak terlalu. Seperti biasa kuawali pagi dengan mengecek telepon genggam yang ada di sebelahku. Hari sebelumnya memang kumatikan koneksi internet karena terlampau sibuk memantau adik didik yang sedang berlomba sehingga ketika kunyalakan terdapat ratusan pesan masuk ke whatsapp- ku. Mataku tertuju pada satu kontak yang sudah lama tidak muncul, dan kini naik kembali ke permukaan. Sudah bisa kutebak apa isinya, undangan pernikahan. Memang ini bukan kali pertama aku ditinggal nikah oleh mantan, gebetan, atau bahkan hanya orang yang sempat dekat tanpa jadian. Tidak kaget, karena sudah kuketahui sejak lama rencana pernikahanmu. Sebagai seseorang yang pernah berusaha merajut mimpi, aku selalu berusaha tahu akan segala aktivitasmu baik itu dengan stalking media sosial atau bertanya pada teman dekat. Berharap lebih siap dalam menerima segala kemungkinan yang terjadi. Aku sempat meminta kepada Allah...
Mungkin Tuhan sedang menyiapkan kejutan atas perjalanan baik dan buruk yang kita lewati.