Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

"Bahagiamu Juga Bahagiaku" Katanya

".... Kalau Sudah lulus mau lupakan Ibu juga gak apa-apa, sebelum lulus jangan dulu sombong nanti bisa ibu ledek kalau ketemu." Tutup beliau dengan haru tapi malah membuat mahasiswanya tertawa. Siapa sangka dosen yang dikenal killer ini bisa menangis? Ya, beliau adalah Ibu Hj. Rasjida Rasjid, atau biasa kita sapa dengan sebutan Mrs. Mathias. Memang tidak memiliki gelar sarjana pendidikan, tapi dari pengalaman bekerja di salah satu produsen energi geotermal yang membuat beliau sering berkomunikasi dengan berbagai jenis manusia mulai dari barat sampai ke timur. Mungkin itu yang membuat beliau ditarik menjadi dosen di salah satu kampus swasta di Kota Bogor, kampusku. Hebatnya, beliau tidak mengajar di satu kampus saja. Bahkan sesuai penuturan beliau, berapapun kampus membayar, beliau tidak peduli. September 2015 Sebagai mahasiswa baru 'maba', tentu saja aku memiliki ekspektasi tinggi terhadap kehidupan kampus. Seperti yang tergambar dalam film-film roman. ...

Ada Purnama di Wajahmu

Bulan, 17 Juni 2019 (gambar Kripict/FM) Tak seperti malam lain, malam tadi cuaca sedang dingin-dinginnya, angin terasa menusuk tulang. Ditambah lagi rumahku yang berada di dataran tinggi. Ketika kulihat ternyata bulan sedang cantik-cantiknya. Saat belahan bumi utara atau selatan condong menjauhi matahari dan di saat yang sama, bagian tersebut akan condong ke arah bulan purnama. Itulah mengapa cuaca malam ini terasa dingin. Uniknya, purnama malam tadi disebut purnama stroberi sebutan dari suku Algonquin di Amerika. Bulan bersinar sangat terang, kemudian pada jarak 1.7 derajat di atas Bulan akan nampak sebuah titik terang tak berkedip di langit, itulah Jupiter. Inilah konjungsi Bulan-Jupiter, kita dapat dengan mudah melihat Jupiter meski dalam ukuran kecil. Memang banyak fakta menarik tentang purnama malam tadi, seperti dirimu yang kuketahui sedang menjelang berbahagia. Ibarat purnama, kau bersinar menerangi gelapnya galaksi diantara dinginnya udara yang melambangkan jarak antara...

Ngunjal: Tradisi Angkut Padi Yang Masih Lestari

Gambar 1. Rengkong: Alat pikul dari bambu yang menghasilkan suara tertentu Warisan leluhur Kasepuhan Ciptagelar yang masih dipertahankan dan dilaksanakan oleh penerusnya adalah tradisi Ngunjal. Ngunjal adalah prosesi mengangkut padi. Padi yang sudah dipetik yang masih berbentuk kepalan disimpan di lantayan (tempat pengeringan) untuk beberapa saat hingga kering dan tiba masa Ngunjal. Apa bila sudah saatnya Ngunjal, maka padi yang masih bentuk ‘keupeul’ digabung menjadi satu yang disebut ‘pocong’ dan diangkut menuju leuit (lumbung padi) dengan cara dipikul dan atau diangkut menggunakan rengkong, alat pikul dari bambu yang mampu menghasilkan bunyi. Gambar 2. Kaum laki-laki pembawa padi dari lantayan ke leuit Ngunjal dimulai sejak pukul 7 malam, dimulai dari Kampung Ciptarasa dengan jarak tempuh sekitar 9 kilometer. Selanjutnya dilaksanakan secara serentak dari beberapa tempat lainnya, termasuk belahan Banten Parakan Daray, Jeruk Mipis dan Palanggaran pada malam hari. Kaum l...

Langkah Pertama

(Kamarku, 12 Juni 2019) Ketika menulis ini, percayalah bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, aku harus berdamai dengan masa lalu hanya untuk menceritakan tempat kecil dan mungkin biasa saja bagimu. Tapi tidak bagiku. Gambar 1. Rumah; tempat saya pertama kali mengenal dunia Hari ini tepat satu minggu setelah lebaran, ketupat dan opor sudah mulai terlupakan. Ada yang berbeda di lebaran kali ini, untuk pertama kalinya aku kembali menginjakkan kaki di rumah ini setelah 14 tahun (terhitung sejak 9 November 2005) aku pindah ke rumah baru walaupun jaraknya tidak lebih dari 20 kilometer. Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa aku tak pernah mengunjungi rumah lama, atau bisa jadi aku yang terlalu percaya diri he he he tak peduli kamu bertanya-tanya atau tidak, pasti akan kuceritakan nanti. Tak ingin membuatmu pusing, aku hanya ingin menceritakan tempat kecil yang penuh cerita ini. Di tempat yang hanya memiliki luas 8x4 meter ini, pertama kalinya aku meng...