Dalam hidupku, ada salah satu mimpi yang hingga kini masih menjadi mimpi. Dan aku sangat yakin tidak hanya diriku yang mempunyai mimpi seperti ini. Punya rumah kecil di tengah kebun teh yang sedikit lagi menuju pintu masuk hutan. Semua telah disediakan oleh alam. Setiap hari aku pergi berkebun dan kau bebas jadi apapun yang kau mau, atau kalau boleh aku ingin kau menjadi guru ngaji agar rumah kita selalu ramai oleh anak-anak. Jauh dari keramaian, lebih baik kita menepi dari riuh kota. Aku pasang panel surya di rumahku, satu desa kupasangkan jika tubuh ini mampu. Bila perlu kincir angin ku pasang di dataran tertinggi agar kebutuhan listrik tetap terpenuhi. Semuanya tidak lain adalah untuk mensyukuri semua yang telah disediakan oleh semesta. Mimpiku masih sederhana, pulang berkebun segelas Teh Naga tersedia di meja. Melepas lelah dengan menikmati senyummu yang sedang bercerita, tentang hebatnya kau menghadapi dunia. Hingga langit menguning, anak-anak mulai berdatangan dengan baj...
Mungkin Tuhan sedang menyiapkan kejutan atas perjalanan baik dan buruk yang kita lewati.